Senin, 27 Juli 2020

MOTIVASI KERJA


MOTIVASI KERJA

A.   Pengertian Motivasi Kerja
Motivasi kerja adalah usaha yang dilakukan seseorang untuk meningkatkan kapasitas dirinya dalam pekerjaan agar lebih produktif. Atau ias juga motivasi kerja adalah cara seseorang untuk menjaga semangat kerjanya agar tetap stabil. Apalagi untuk sekarang ini, dijaman sekarang kita dituntut untuk selalu melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat. Sehingga mood dan semangat yang baik sangat diperlukan, karena jika kita tidak dalam mood yang baik, akan mmebuat pekerjaan yang kita lakukan juga akan berantakan.

Jadi dalam hal ini motivasi kerja berperan  untuk menjaga mood dan semangat kita agar tidak kendor. Itulah tiap kata kata yang motivasi sangat diperlukan dalam kehidupan kita. Motivasi yang dimiliki seseorang dalam bekerja akan sangat mempengaruhi pikiran dan keadaan seseorang tersebut. Motivasi juga sangat diperlukan oleh siswa dan remaja yang sedang tumbuh dan ingin menggapai mimpi mereka. Terkadang mungkin juga jenuh dengan aktivitas belajar yang terus menerus. Dengan motivasi inilah siswa tersebut akan bersemanagat  lagi untuk belajar.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah suatu daya penggerak yang mampu menciptakan kegairahan kerja dengan membangkitkan, mengarahkan, dan berperilaku kerja serta mengeluarkan tingkat upaya untuk memberikan kontribusi yang sebesar besarnya demi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya.

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja
Menurut Siagian iasa yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dapat diketahui berdasarkan karakteristik dari individu yang bersifat khas yang terdiri dari delapan iasa yaitu:
  1. Karakteristik biografi yang meliputi:
2.  Usia, hal ini penting karena usia mempunyai kaitan yang erat dengan berbagai segi kehidupan organisasional. Misalnya kaitan usia dengan tingkat kedewasaan teknis yaitu ketrampilan tugas.
3.  Jenis kelamin, karena jelas bahwa implikasi jenis kelamin para pekerja merupakan hal yang perlu mendapat perhatian secara wajar dengan demikian perlakuan terhadap merekapun dapat disesuaikan sedemikian rupa sehingga mereka menjadi anggota organisasi yang bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.
4.  Status perkawinan, dengan status ini secara tidak langsung dapat memberikan petunjuk cara, dan teknik motivasi yang cocok digunakan bagi para pegawai yang telah menikah dibandingkan dengan pegawai yang belum menikah.
5.  Jumlah tanggungan, dalam hal ini jumlah tanggungan seorang seorang pencari nafkah utama keluarga adalah semua orang yang biaya hidupnya tergantung pada pencari nafkah utama tersebut, tidak terbatas hanya pada istri atau suami dan anak–anaknya.
6.  Masa kerja, dalam organisasi perlu diketahui masa kerja seseorang karena masa kerja seseorang merupakan satu iasann kecenderungan para pekerja dalam berbagai segi organisasional seperti ; produktivitas kerja dan daftar kehadiran. Semakin lama seseorang bekerja ada kemungkinan untuk mereka mangkir atau tidak masuk kerja disebabkan karena kejenuhan.
b. Kepribadian Kepribadian seseorang juga dapat dipengaruhi motivasi kerja seseorang karena kepribadian sebagai keseluruhan cara yang digunakan oleh seseorang untuk bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain.
c. Persepsi Interpretasi seseorang tentang kesan sensorinya mengenai lingkungan sekitarnya akan sangat berpengaruh pada perilaku yang pada gilirannya menentukan iasa-faktor yang dipandangnya sebagai iasa organisasional yang kuat.
d. Kemampuan belajar Belajar adalah proses yang berlangsung seumur hidup dan tidak terbatas pada pendidikan formal yang ditempuh seseorang diberbagai tingkat lembaga pendidikan. Salah satu bentuk nyata dari telah belajarnya seseorang adalah perubahan dalam persepsi, perubahan dalam kemauan, dan perubahan dalam tindakan.
e. Nilai-nilai yang dianut Sistem nilai pribadi seseorang biasanya dikaitkan dengan iasa nilai iasa yang berlaku di berbagai jenis masyarakat dimana seseorang menjadi anggota.
f.  Sikap Sikap merupakan suatu pernyataan iasanng seseorang terhadap objek tertentu, orang tertentu atau peristiwa tertentu. Artinya sikap merupakan pencerminan perasaan seseorang terhadap sesuatu.
g. Kepuasan kerja Kepuasan kerja adalah sikap umum seseorang yang positif terhadap kehidupan organisasionalnya.
h. Kemampuan Kemampuan dapat digolongkan atas dua jenis yaitu kemampuan fisik dan kemampuan intelektual. Kemampuan fisik meliputi kemampuan seseorang dalam menyelesaikan tugas–tugas yang bersifat teknis, mekanistik dan repetatif, sedangkan kemampuan intelektual meliputi cara berfikir dalam menghadapi masalah.

    Menurut teori kaitan imbalan dengan prestasi (Siagian, 2011), motivasi seorang karyawan sangat dipengaruhi oleh berbagai iasa, baik iasa yang internal maupun eksternal, sebagai berikut:
a.    Faktor internal yaitu iasa yang timbul dari dalam diri karyawan antara lain: persepsi, harga diri, harapan pribadi, kebutuhan, keinginan, kepuasan kerja, prestasi kerja yang dihasilkan.
b.    Faktor eksternal yaitu iasa yang timbul dari luar diri karyawan antara lain: jenis dan sifat pekerjaan, kelompok kerja dimana seseorang bergabung, organisasi tempat bekerja, situasi lingkungan pada umumnya, iasa imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.

Interaksi positif antara kedua kelompok tersebut pada umumnya menghasilkan tingkat motivasi yang tinggi. Menurut Herzberg (dalam Munandar, 2010), bahwa karyawan termotivasi untuk bekerja disebabkan oleh dua iasa, yaitu:
a. Faktor iasann yaitu iasa daya dorong yang timbul dari dalam diri masing–karyawan, berupa:
1) Pekerjaan itu sendiri (the work it self) Berat ringannya tantangan yang dirasakan tenaga kerja dari pekerjaannya.
2) Kemajuan (advancement) Besar kecilnya kemungkinan tenaga kerja berpeluang maju dalam pekerjaannya seperti naik pangkat.
3) Tanggung jawab (responsibility) Besar kecilnya yang dirasakan terhadap tanggung jawab diberikan kepada seorang tenaga kerja.
4) Pengakuan (recognition) Besar kecilnya pengakuan yang diberikan kepada tenaga kerja atas hasil kerja.
5) Pencapaian (achievement) Besar kecilnya kemungkinan tenaga kerja mencapai prestasi kerja tinggi.

b. Faktor ekstrinsik yaitu iasa pendorong yang iasa dari luar diri seseorang terutama dari organisasi tempatnya bekerja. Faktor ekstrinsik ini mencakup :
1) Administrasi dan kebijakan perusahaan Tingkat kesesuaian yang dirasakan tenaga kerja terhadap semua kebijakan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaan.
2) Penyeliaan Tingkat kewajaran penyelia dirasakan yang oleh tenaga kerja.
3) Gaji kewajaran gaji yang diterima sebagai imbalan terhadap tugas pekerjaan.
4) Hubungan antar pribadi Tingkat kesesuaian yang dirasakan dalam berinteraksi antar tenaga kerja lain.
5) Kondisi kerja Tingkat kesesuaian kondisi kerja dengan proses pelaksanaan tugas pekerjaan–pekerjaannya.

Apabila iasa iasann tersebut ada, dapat memberi tingkat motivasi yang kuat dan kepuasan dalam diri seseorang, namun jika iasa ini tidak ada, maka menimbulkan rasa ketidakpuasan. Sementara iasa ekstrinsik tersebut ada, tidak perlu memberi motivasi, tetapi jika tidak ada dapat menimbulkan tidak puas. Menurut Rowland & Rowland (dalam Nursalam, 2002), dalam meningkatkan kepuasan karyawan didasarkan pada iasa-faktor motivasi, yang meliputi:
a. Keinginan untuk peningkatan.
b. Percaya bahwa gaji yang didapat sudah mencukupi
c. Memiliki kemampuan pengetahuan, keterampilan dan nilai–nilai yang diperlukan.
d. Umpan balik.

  1. Cara Meningkatkan Motivasi Kerja
Cara Meningkatkan Motivasi Kerja Ada dua cara pokok seorang pemimpin untuk meningkatkan motivasi kerja (Munandar, 2010), yaitu:
1)  Bekerja keras Dengan memaksakan tenaga kerja untuk bekerja keras atau dengan memberikan ancaman, dapat membuat tenaga kerja, kalau tidak dapat menghindarkan diri dari situasi yang mengancam tersebut, akan bekerja keras. Misalnya atasan ingin menegakkan disiplin kerja sehingga menuntuk bawahannya iasa tepat waktu dan tampak selama jam-jam kerja terus melaksanakan tugas mereka sampai berakhirnya jam kerja mereka, serta mengancam akan menghukum mereka yang sekian kali tidak iasa tepat pada waktunya, atau yang tampak malas pada pekerjaannya. Jika bawahan merasa tidak dapat keluar dari perusahaannya (karena banyak penangguran sehingga sulit sekali mendapatkan pekerjaan baru), maka ia akan berusaha akan selalu iasa tepat pada waktunya dan akan tampak bekerja selama jam-jam kerja.

2)  Memberi tujuan yang bermakna Bersama-sam dengan tenaga kerja yang bersangkutan ditemukan tujuan-tujuan yang bermakna, sesuai dengan kemampuannya, yang dapat dicapai melalui prestasi kerjanya yang tinggi. Misalnya tenaga kerja mengharapkan mampu mencicil rumah untuk dirinya setelah bekerja lima tahun pada perusahaan. Cicilan setiap bulannya tidak memberatkannya dan akan selesai dalam 10 tahun. Jika kebijakan perusahaan memungkinkan, maka ia akan bekerja dengan motivasi kerja yang tinggi




Sumber : Buku Informasi Kelas XII semester Ganjil

76 komentar:

  1. Taufik
    XII KI 2

    BalasHapus
  2. Nabila Rahmadani XI APL 2

    BalasHapus
  3. Saskya Khairani
    Xi APL 2

    BalasHapus
  4. berliana husna ary dwi widuri
    XI APL 2

    BalasHapus
  5. Noni fadila aulya rahman
    Xl apl 2

    BalasHapus
  6. Christoforus Dimas
    XI APL 2

    BalasHapus
  7. Dzulfebri Akbari
    XI APL 2

    BalasHapus
  8. Ruli fitrianingsih
    XI APL 2

    BalasHapus
  9. Mutiara Rengganis6 Agustus 2020 08.07

    Mutiara Rengganis
    XI APL 2

    BalasHapus
  10. Nama: TINA HERMAWATI
    kelas:XI APL 1

    BalasHapus
  11. NAMA : DIANA
    KELAS : XI APL 1

    BalasHapus
  12. Nama:Dharmaul Husnawati
    Kelas: XI APL 1

    BalasHapus
  13. Nama:Jihaan abidah chaidi
    Kelas:XI APL 1

    BalasHapus
  14. Nama:Ananda tri wandari
    Kelas:XI APL 1

    BalasHapus
  15. Nama : Dian safira
    Kelas: XI APL 1

    BalasHapus
  16. Nama : Ayu Diah Lestari
    Kelas : XI apl 1

    BalasHapus
  17. Nama : Fitri Wulandari
    Kelas : XI APL 1

    BalasHapus
  18. Nama:Maeda Indra Gumilang
    Kelas:XII TP2

    BalasHapus
  19. REZA AMIRUL PRASETYO
    XII TP2

    BalasHapus
  20. Galih Angga Kusuma
    XII TP 2

    BalasHapus
  21. Asyrofi irzan hamsa
    XII TP2

    BalasHapus
  22. Taufik Usdi Mahendra
    XllTP2

    BalasHapus
  23. Nama : Claudio octavianto
    Kelas : XII TP 2

    BalasHapus
  24. Nama : Fahrin Radhilka
    Kelas: XII TP2

    BalasHapus
  25. Nama:adji Chandra Gunawan
    Kelas:XII TP2

    BalasHapus
  26. Nama:Reza Assefa
    Kelas:XII TP 2

    BalasHapus
  27. Nama : Fridiawan Catur R
    Kelas: XII TP2

    BalasHapus
  28. Nama: ihkbal Pangestu
    Kelas: Dll TP2

    BalasHapus
  29. Nama:Robby setiawan
    Kelas:XII TP2

    BalasHapus
  30. Nama:I komang tirta danu wisesa
    Kelas : XII TP2

    BalasHapus
  31. Nama : Hendra Gunawan
    kelas : Xll TP 2

    BalasHapus
  32. Nama : Ardi Ertama Putra
    Kelas : XII Tp2

    BalasHapus
  33. Nama:Andi donato
    Kelas:XIITP2

    BalasHapus
  34. Nama : Fabianus Moling Mahaditio Putra
    Kelas : XII TP2

    BalasHapus
  35. Nama: Marwanto
    Kelas: XII TP 2

    BalasHapus
  36. Nama: wibi andika prasetyo
    Kelas: XII tp2

    BalasHapus
  37. Nama:Rizky Pratama
    Kelas:XII tp2

    BalasHapus
  38. Nama:Muhammad fahrully putra A
    Kelas:XII TP 2

    BalasHapus
  39. Nama: alif muzaki
    Kelas: 12 tp2

    BalasHapus
  40. Nama: Finanto Valentino
    Kelas: XII TP 2

    BalasHapus
  41. Nama: Nurhasanah
    Kelas: XII KI 1

    BalasHapus

Silahkan Absen dikomentar ini dengan Format Nama Lengkap dan Kelas.